Artikel ini dapat digunakan, disalin, dan disebarluaskan.
Cukup cantumkan sumber asli.
Jika isinya mengandung kebenaran, semoga memberi kebaikan bagi kita yang memanfaatkannya.
Jika ada yang salah, mohon kiranya penulis dimaafkan.
Dan sangat baik, jika kesalahan tersebut dapat diberitahukan kepada penulis.
Yanmarshus, 20 Juni 2008, yan[at]daunsalam[dot]net
Foto Kegiatan KPLI Bogor Tahun 2008 [2]
24 Mei 2008. Universitas Pakuan Bogor. KPLI Bogor mengisi salah satu sesi dalam acara
seminar yang berkaitan dengan teknologi informasi. Dengan peserta yang cukup banyak,
KPLI Bogor juga turun fullteam. Bahkan pak Taufan sampai membawa semua "senjata" networknya
ke acara ini.
April tampaknya akan punya julukan spesial nih. "Compizman".
Selalu saja kebagian tugas demo keajaiban compiz-fusion. Pada acara seminar di Universitas Pakuan,
April tentu saja mendapatkan tugas yang sama.
Nyaris terlupakan karena banyak acara yang harus dijalankan KPLI Bogor,
acara ngoprek bulanan akhirnya berlangsung juga di Perpustakaan PILI, 31 Mei 2008.
Dengan tema desain grafis yang disampaikan oleh Arief Syamsudin, sekaligus tuan rumah.
Suasana panas jelas diakibatkan adanya sesi "distro-war" antara Slackware, PCLinuxOS, dan Debian.
Zikri yang kebagian terakhir, menjelaskan Debian, benar-benar dibantai.
Tapi jangan lupa, "I'll be back!" kata Zikri dengan geram.
7 Juni 2008, KPLI Bogor bersama KSL (Kelompok Studi Linux) SMA 6 meneruskan aksi kampanye
ke SMA Taruna Terpadu (BORCESS) Bogor. Dihadiri sekitar 100 siswa, acara berlangsung
sangat meriah di pendopo di samping sebuah telaga. (Halah seperti dalam cerita silat aja)
Dicky yang menjadi ketua di KSL SMA 6 menjadi salah satu provokator acara ini.
Kalau Dicky yang di depan, kok cewek-cewek pada nanya ya? Tanya kenapa?
Masih di Borcess, seusai acara, masih saja ada yang perlu dilanjutkan.
Arif menjadi nara sumber untuk segerombolan siswa yang masih penasaran dengan GNU/Linux.
Tapi jangan-jangan dia lagi promosi dan jualan kaos.
Foto ini adalah foto akal-akalan agar terlihat menggunakan lensa wide.
Disebabkan battere yang bisa dicas ulang sudah pada rusak, terpaksa menggunakan kamera HP.
Di perpustakaan sekolah Umul Quro, acara KPLI hari Sabtu, tanggal 28 Juni 2008.
Memakai kaos hitam menggunakan laptop putih adalah Utian yang menyampaikan presentasi
tentang Vyatta. Menggunakan Virtualbox untuk membuat beberapa router secara virtual,
kemudian dihubungkan untuk simulasi routing data. OK, tampaknya keren.
Tapi saya tahu kenapa dia pakai kaos hitam. Biar kelihatan serem,
jadi peserta pada takut nanya macem-macem. Padahal presenter was-was kalau
ada yang nanya sesuatu yang rumit :-D
Sesi selanjutnya adalah distrowar antara OpenSuse, Redhat, dan Ubuntu.
Tetap seru seperti distrowar sebelumnya, hanya saja tak ada yang benar-benar menjadi "korban".
Dari kanan ke kiri : mas Fajar, pak Heri, Dicky, pak Boni, Zikri, Utian, Udin, April, (?)
Mana pak Taufan? Wah mohon maaf, tampaknya perang distro berlanjut ke urusan foto.
Karena pak Taufan belum menyatakan mendukung Slackware, terpaksa tidak saya tampilkan.
Hayoo, mau mbalas apa?
Sabtu, 19 Juli 2008. Dengan topik pengembangan perangkat lunak di Linux,
acara kali ini berlangsung dengan kepala berasap.
Gibran perlu bertanggungjawab karena memilih topik yang bikin resah peserta ngoprek.
Ada yang juga istimewa, salah satu presenter yang diundang ternyata
cukup aktif dalam komunitas Microsoft .NET, dan baru mulai melirik Linux.
Minggu, 26 Oktober 2008. Bertempat di rumah orangtua Utian,
ternyata tidak menyurutkan semangat untuk mengikuti acara ini.
Banyak peserta yang datang dari luar Bogor, dan mencari lokasi ini bukan soal mudah,
karena berada agak jauh dari pusat kota Bogor.
Bukan hanya itu, bahkan dengan layar CRT pun, presentasi dan diskusi tentang
Linux di media portable berlangsung hangat. April membuktikan bahwa diinstal
dalam CF card Linux juga bisa berjalan dengan baik.
Yang paling istimewa tentunya adalah hidangan jengkol, pete, dan sambel.