Diary: Tiga setengah tahun kemudian

03 August 2015

Assalamu 'alaikum,

Selamat malam, teman, bagaimana kabarmu hari ini?

Lama sekali kita tidak jumpa. Maafkan aku teman, tiga tahun ini aku meninggalkanmu, tidak menyapamu, sekalipun. Sebagai tanda maafku, aku ingin bercerita tentang perjalanan hidupku, 3 tahun ini.

Kemana saja 3 tahun ini?

Ya, sebulan setelah pindah dari rumah pak kumis yang baik hati itu, aku ikut salah satu temanku ke bekasi. Disana, aku menganggur selama 1 bulan. Aku melamar dan terus melamar kerja, hingga waktu membawaku ke kota ini, Karawang.

Disini, sudah tiga setengah tahun ku lalui. Selain bekerja, aku juga berkuliah di salah satu perguruan tinggi di kota ini. Yah, meski setiap hari aku harus bertengkar dan ber-adu argumen dengan atasaku. Hmm, biarlah. Mereka se...

Lanjutkan baca?

Diary : Sudah hampir tahun baru, ya?

28 November 2011

Assalamu ‘alaikum.

Selamat malam, teman, apa kabarnya?

Sudah lama juga saya tidak mengupdate blog ini. Sebenarnya banyak sekali pengalaman yg saya alami sebulan ini, namun karena sayanya yang memang tak pandai bercerita, jadilah pengalaman itu menguap begitu saja. Hehe. :)

Selama sebulan ini kemana?

Ya, mulai november hingga sampai saat ini saya masih dan sedang menjalani peran baru dalam hidup saya, bekerja untuk membantu bapak-ibu saya di desa, berusaha mandiri, lepas dan tidak memberatkan orang tua. Sebagai anak satu-satunya di keluarga saya, saya merasa mempunyai tanggung jawab yang besar kepada kedua orangtua saya, saya adalah harapan mereka satu-satunya. lebih-lebih mereka kini telah tidak muda lagi.

Kenapa tidak kuliah saj...

Diary: Dulu, saat pertama melihat dunia

01 November 2011

Kata Bapak

Kata bapak, aku lahir prematur tapi normal, saat itu usia kandungan ibu baru 7 bulan. Saat aku lahir bapak sedang tidak dirumah, bapak kerja di Ngawi, kerja menanam melon. Saat itu belum ada telepon, bapak harus disambangi ke Ngawi hanya untuk memberi tahu kabar gembira ini.

Saat aku lahir hanya ada 3 orang di rumah: ibuku, nenekku dan (almh.) mbah kasim, dukun bayi dari seberang desaku. Saat itu hari jum’at, jum’at pahing menurut penanggalan jawa.

Kata Ibu

Kata ibu, aku lahir di rumah, sekitar pukul 09.00 – 10.00 pagi dibantu mbah kasim dan nenekku, jadilah hari kelahiranku jum’at pahing, 30 oktober 1992 bertepatan dengan pengesahan rupiah sebagai mata uang resmi indonesia.

Karena lahir prematur, dulu kata ibu, b...

Lanjutkan baca?